Mengapa Alkohol 40 Persen Disebut juga 80 Proof?

Mengapa Alkohol 40 Persen Disebut juga 80 Proof?


Sebelum abad kesembilan belas orang belum menemukan teknologi untuk mengukur kandungan alkohol dengan teliti. Hidrometer pertama ditemukan oleh John Clarke di tahun 1725 tetapi alat itu belum mendapatkan izin dari Parlemen Inggris untuk penggunaan secara resmi sampai akhir abad itu.

Sementara itu, kalangan pecandu minuman keras memerlukan cara untuk menentukan kandungan alkohol, dan pemungut pajak memerlukan cara untuk memastikan berapa hak mereka yang sah atas hasil penjualan minuman keras. Karena itulah orang Inggris menciptakan metode yang terbilang kreatif meskipun tidak begitu teliti. Mereka membayangkan bahwa bubuk mesiu akan menyala dalam cairan alkohol hanya jika cukup banyak air yang dihilangkan dari campuran itu. Bila perbandingan alkohol dan air cukup tinggi, bubuk mesiu hitam dapat meledak—inilah bukti atau proof atas kecukupan kandungan alkoholnya.

Proof ala Inggris (British proof), yang ditetapkan oleh Parlemen Cromwell, mengandung kira-kira sebelas bagian volume alkohol untuk setiap sepuluh bagian air. Proof ala Inggris itu setara dengan 114,2 proof ala AS (U. S. proof). Minuman beralkohol yang lebih keras disebut "over proof' (atau o. p.), dan minuman di bawah 114,2 U. S. proof disebut "under proof' (atau u. p.).

Orang Inggris dan Kanada masih senang menggunakan metode pengukuran kandungan alkohol yang kuno ini. Sistem Amerika Serikat tampaknya agak lebih sederhana. Bukti ala AS cukup dilakukan dengan menggandakan volume persentase alkohol pada 60°F atau 15,5°C. Ada kalanya orang Prancis memiliki nalar lebih baik. Mereka cukup bijak untuk tidak memakai "proof' dan hanya menampilkan persentase alkohol pada label minuman beralkohol. Metode Prancis telah menyebar untuk anggur di mana-mana. Namun minuman keras lainnya, karena sudah diawali dengan mesiu, tetap menggunakan "proof "

Dikirim oleh Robert J. Abrams dari Boston, Massachusetts.

Sumber: Dafid Fieldman “Why Do Clocks Run Clockwise”

Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Designed By Blogger Templates